Saat anak menangis, berteriak, atau berguling di tempat umum, banyak orang tua langsung merasa panik. Tidak sedikit yang merasa malu karena tatapan orang sekitar.
Padahal, tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak, terutama pada usia balita. Anak belum sepenuhnya mampu mengatur emosi, menyampaikan keinginan, atau menenangkan dirinya sendiri.
Karena itu, tantrum bukan selalu tanda bahwa orang tua gagal mendidik anak.
Saat tantrum terjadi, hal terpenting adalah membantu anak merasa aman terlebih dahulu. Hindari langsung memarahi, membentak, atau memaksa anak diam karena hal tersebut justru bisa membuat emosinya semakin besar.
Cobalah tetap tenang, turunkan posisi tubuh sejajar dengan anak, lalu gunakan suara lembut seperti:
Setelah anak mulai tenang, barulah orang tua bisa membantu menjelaskan aturan atau mengalihkan perhatian.
Yang sering terlupakan, anak belajar mengatur emosi bukan dari ceramah panjang… tetapi dari bagaimana orang dewasa merespon emosinya